Jumat, 01 Januari 2010

Yang penting hasil akhir

Pelajaran hari ini,

dikutip dari seorang yang aku temui hari ini,
Yang penting Hasil akhir by Fuad Zacky

Teringat akan statement di atas tentunya setiap orang akan tidak selalu sama, sebaigian orang beranggapan bahwa "hasil akhirlah yang paling penting", ada juga yang berpendapat "yang penting prosesnya untuk mencapai hasil akhir". Memang suatu hal yang saling berkaitan tapi akan bertolak belakang ketika akan di yakini. Seperti saya misalnya, selama ini saya beranggapan bahwa proseslah yang paling penting, dan hasil akhir ditentukan dari kerasnya usaha yang kita lakukan. Seiring berjalanya waktu dan menilik dari kenyataan yang ada, ironi rasanya dengan kenyakinan saya selama ini, bertolak belakang dari sebuah kisah nyata yang saya alami. Bukannya mau mengeluh tapi ini selalu menjadi pikiran dan perbandingan yang sangat nyata dengan keyakinan saya. Kuliah misalnya, sejak awal kuliah saya yakin proses belajarlah yang paling penting, untuk itu ak slalu berusaha mengikuti semua peraturan sewajarnya sebagai seorang mahasiswa. Ambil contoh semester terakhir saya ini yang baru saja rampung.

Semester 7 tepatnya, untuk semester ini aku hanya menempuh 17 sks dengan formasi sebagian mata kuliah mengulang, maklum untuk perbaikan nilai. Semester ini juga saya belum bisa masuk lab untuk menyelesaikan tugas akhir, karena sks belum cukup. Yah g apalah ak anggap ini karena mungkin ak belum siap untuk lulus yang katanya orang - orang dunia nyata. Dalam semester ini sebagai seorang mahasiswa ngulang (karena bnyaknya mata kuliah yang di ulang) saya g merasa malu akan hal itu, karena menurut saya ini adalah proses pembentukan mental, memang berbeda dibanding mahasiswa ngulang pada umumnya, yang biasanya jarang masuk karena males temen2 sekelas bukan temen2 seangkatan lagi, masuk cuma waktu kuis atw ad tugas saja. Nah ironinya hasil akhir yang saya dapat tidak sesuai dengan yang mereka (mahasaiswa ngulang pada umumnya) dapat, mereka mendapatkan nilai yang saya anggap bagus dengan usaha yang minim. lantas saya berpikir, salah apakah saya ini?? Kuliah masuk terus (yah 5% bolos karena suatu hal penting), tugas juga ngerjain terus, kuis uas selalu berusaha jujur dengan tidak menyontek, belajar juga udah dilakukan, ibadah juga g ktinggalan, tapi mereka, kuliah jarang, tugas juga g selalu ngumpulin, kuis atau uas ngerpek biar bgus nilainya, klo ibadah g tau. Tapi hasilnya nilai merekalah yang lebih baik, apa aku yang terlalu polos untuk menyikapi kuliah. apa aku terlalu cupu? atw hal yg mereka lakukan bukanlah ketidak wajaran dan lumrah untuk dilakukan?? benarkah itu??

ya ALLAH, tolong yakinkan bahwa ini yang terbaik untukku,

aku slalu yakin akan hal itu, dan mungkin sudah saatnya smua berubah, bukan proseslah yang paling penting tapi hasil akhirlah, karena smua parameter seseorang diliat dari hasil akhir. Lihat saja klo sebuah perusahaan menyeleksi pegawai baru, yang mereka tanya IP brapa (Hasil akhir), bukan kuliah berapa taun? (Proses). Semoga kenyakinanku ini tidak salah langkah, yang penting mulai sekarang ak tidak menitik beratkan kepada proses, tapi hasil akhir dengan menggunaka proses yang benar dan tidak menyimpang.

Ganbate, semangad buat diriku,
yakinlah ini yang terbaik,

amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar